GMAT Kaplan: Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Critical Reasoning?

Menurut situs GMAT Kaplan Test Prep, Critical Reasoning (CR) dalam sesi Verbal GMAT dibuat untuk menguji kemampuan dalam membuat dan menilai sebuah argumen, sekaligus merumuskan rencana tindakan. Argumen CR biasanya disusun dalam bentuk passage berisi fakta (fact) atau premis dan simpulan (conclusion). 

Agar cepat membedakan mana conclusion dan mana premise, ingat saja struktur: [conclusion] because [premise]. Selanjutnya akan dijelaskan secara singkat di bawah ini.

 

Critical Reasoning GMAT
Contoh Critical Reasoning, via Prep4GMAT

Sekilas tentang Premis, Asumsi, dan Simpulan

Simpulan (Conclusion)

Menurut The Economist, conclusion ‘simpulan’ merupakan posisi, pendapat, atau penilaian yang diperoleh melalui pertimbangan atas bukti atau fakta. Untuk menemukan conclusion dalam argumen, biasanya ditandai dengan beberapa teknik: setelah kata tertentu, rekomendasi penulis, dan konjungsi alasan (because, since, as).

Premis (Premise)

Kebalikan dari conclusion, letak premis bisa dilihat setelah konjungsi alasan. Contoh, dalam kalimat “Jane will be making herself a sandwich soon because she is hungry”, mana conclusion dan premise-nya?

Seperti yang sudah dijelaskan, kata ‘because’ di situ sudah menjadi penanda. Jadi, premise dalam kalimat di atas adalah ‘she is hungry’, sementara conclusion-nya sebelum ‘because’. Mudah kan?

Asumsi (Assumption)

Pada dasarnya, menarik asumsi dalam passage GMAT berarti ‘menemukan’ missing link(s). Sebab inilah, sebaiknya kamu menguasai premise dan conclusion terlebih dahulu. Membaca aktif dan menemukan premise dan conclusion ialah tahap utama untuk menemukan missing link. Lalu, gunakan missing link tersebut untuk menentukan jawaban benar.

Terkadang, menemukan asumsi dalam passage GMAT yang kompleks tidak terlalu mudah. Namun, ada beberapa cara yang bisa membantumu menyederhanakannya, seperti:

  1. Sederhanakan Bahasa

Umumnya, kalimat dalam CR dibuat semembingungkan mungkin. Maka itu, seringkali jawaban tersingkat yang disediakan merupakan yang terbaik. Jika kamu bisa menyederhanakan bahasa dalam tes, tugasmu akan jauh lebih mudah.

  1. Gunakan Kata-kata Sendiri

Kalau kamu sudah bisa menyederhanakan bahasa dalam CR, menggunakan bahasa sendiri. Ini melibatkan catatan kecil untuk menyimpulkan setiap kalimat dalam CR. Tujuannya agar passage lebih mudah dipahami.

  1. Pahami yang Ditanyakan

Contoh, “Which of the following, if true, would most strengthen the above conclusion?”

  1. There are many great art galleries in Rome.
  2. Venice has many great restaurants.

Terkadang kita dibuat bingung apakah harus mempertimbangkan pilihan benar atau tidak. Anggap saja semua pilihannya benar. Ini yang pertama kali harus dilakukan. Pilihan A jelas benar karena satu-satunya yang menyebutkan Roma, kota yang menjadi fokus utama kalimat.

 

Kalau kamu tertarik mempelajari lebih lanjut seputar GMAT prep Kaplan menyediakan kelas kursus seperti ini dengan teknik pengajaran berkualitas yang akan meningkatkan kemampuan Analytical Writing dan sesi lain dalam GMAT.

 

 

 

Sumber:

“Three Tips to Improve Your Critical Reasoning Performance”. The Economist. <https://gmat.economist.com/gmat-advice/gmat-verbal-section/critical-reasoning/three-tips-improve-your-gmat-critical-reasoning-performance>

“What’s Tested on the GMAT: Verbal Section”. Kaplan Test Prep. <https://www.kaptest.com/study/gmat/whats-tested-on-the-gmat-verbal-section/>

Isi Form berikut ini & dapatkan
Konsultasi Gratis