Jangan Lakukan 3 Hal Ini Menjelang GMAT

Pada tips yang lalu, Edupac-Kaplan sudah memberi gambaran tentang GMAT dan GRE. Jika kamu sudah menentukan pilihan, entah masuk perguruan tinggi bisnis/manajemen atau program studi umum, saatnya preparation. Simak artikel sampai selesai kalau kamu memilih mengikuti GMAT, ya.

GMAT preparation yang sudah kamu jalani selama beberapa bulan akhirnya akan diuji. Mendekati hari H mungkin kamu akan mengalami kekhawatiran apakah bisa melewati tes dengan nilai memuaskan. Namun, apabila kamu sudah mengikuti GMAT preparation secara disiplin dan menyerap semua materi, tidak perlu khawatir. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan hindari tiga hal mendasar yang bisa menyulitkanmu saat tes:

  1. Menghafal
  2. Tidak cukup tidur
  3. Tidak sarapan

Menghafal dengan Tergesa-gesa

Menurut Joan Salge Blake, profesor Sargent College of Health and Rehabilitation Sciences di Boston University, menghafal memiliki masalah dua kali lipat, mengingat fungsi otak dan tes. Menghafal bukanlah solusi terbaik dalam mempelajari ilmu baru. Ini bisa melelahkan dan menyebabkan stress. Ibarat mengikuti lomba lari maraton, kamu tidak berlari hingga garis finish tetapi berhenti per tahap. Begitu pun GMAT preparation, belajar selama beberapa rentang waktu akan memperlancar pemahamanmu tentang GMAT. Sebaiknya, daripada menghafal pada malam sebelum tes, lebih baik kamu meninjau kembali materi ujian sejenak.

Tidak Cukup Tidur

Selayaknya mengikuti kompetisi, otakmu mesti sinkron dengan kebugaran tubuh. Kamu tak ingin mengantuk kan saat mengerjakan tes? Jangan juga demi ‘membayar’ utang tidur, kamu mengonsumsi kopi kemudian mendatangi lokasi tes. Sebaiknya manfaatkan kesempatan tidur selama 8 jam sehari agar bisa berpikir optimal.

Mengerjakan GMAT Tanpa Sarapan

Siapa yang suka melewatkan sarapan dengan alasan terburu-buru? Mulai sekarang, hentikan kebiasaan ini ya. Sarapan memiliki banyak manfaat, salah satunya mengoptimalkan pikiran. Karena itu, beri asupan yang sarat karbohidrat, seperti gandum utuh, protein, dan lemak secukupnya. Sereal gandum dicampur susu rendah lemak diberi topping buah adalah salah satu contoh menu sarapan yang berserat. Nah, kalau tubuh sudah dipenuhi kebutuhan gizinya, otakmu akan bekerja maksimal.

Jika kamu ingat untuk tidak melakukan 3 hal di atas, selamat mengerjakan GMAT.

Isi Form berikut ini & dapatkan
Konsultasi Gratis