Tips GRE Preparation: Bagaimana Cara Menulis Esai agar Lulus Tes GRE?

Dalam kursus GRE preparation, kamu akan diajarkan cara menulis analisis yang baik sehubungan lulus GRE kelak. Persiapan sendiri tentu tidak ada salahnya, bukan?

Penulisan esai dalam GRE disebut juga dengan Analytical Writing Assessment (AWA), atau cukup disebut Analytical Writing. Esai dalam GRE dibagi menjadi dua macam topik: Issue dan Argument. Kamu diberi waktu 30 menit untuk tiap esai. Keduanya bertujuan mengetes kemampuanmu menuliskan tesis yang meyakinkan menjadi beberapa paragraf.

Mengingat penilaian tes GRE ditekankan pada 3C, (Clarity, Coherency, dan Cogency), ada beberapa persiapan prates yang bisa kamu lakukan berdasarkan tips berikut ini.

  1. Latihan Menulis

Hanya dengan sering menulis, kemampuan menulismu akan semakin kuat untuk memaparkan penalaranmu tentang topik tertentu. Pilihlah satu topik yang kamu sukai terlebih dahulu kemudian tulis. Jika perlu, kumpulkan fakta dan data yang bisa mendukung tulisanmu. Jangan khawatir tulisan pertamamu ini jelek, kurang nyambung, dan sebagainya. Rajin berlatih akan memberi kebiasaan yang bermanfaat kedepan.

  1. Siapkan Outline

Dalam tahap menulis, mempersiapkan outline (kerangka tulisan) akan mencegahmu dari lupa akan apa yang mau ditulis. Kerangka ini merupakan acuanmu terhadap poin penting yang akan ditulis. Berlatihlah paling tidak beberapa menit menulis dari outline. Seperti kebiasaan baru, kamu tak akan langsung lancar menggunakan outline. Namun, bersabarlah. Setelah terbiasa kamu bisa menulis esai dengan sendirinya.

  1. Luangkan Waktu Menyunting Esai Buatan Sendiri

Setelah menguasai tahap satu dan dua, tahap berikutnya dalam menulis yang tak kalah penting ialah pengeditan. Saat mengerjakan soal esai tes GRE kamu mungkin tak punya banyak waktu untuk mengedit tulisan. Namun, ini dapat diantisipasi dengan cara mengedit sendiri esai latihanmu.

Mengedit tulisan sendiri akan membuatmu lebih teliti terhadap kesalahan menulis yang mungkin terlewat, baik secara grammar (tata bahasa) dan logika. Ulangi kegiatan ini hingga kamu lebih leluasa menulis dan memaparkan logika. Ingatlah bahwa salah satu penilaian esai GRE adalah cogency, yakni kemampuan tulisanmu untuk meyakinkan pembaca.

  1. Sering Membaca Contoh Esai

Membaca contoh-contoh esai bisa mempertajam sense-mu tentang esai yang baik. Dengan begitu, kamu dapat ikut menilai apakah esaimu sudah layak. Jika kamu sudah rajin melakukan ketiga tahap sebelum ini, target untuk mendapat skor tinggi perlahan akan lebih dekat.

  1. Tingkatkan Kemampuan Tata Bahasa Inggris

Penyelenggara tes GRE, Educational Testing Service (ETS), mencari penulisan yang berkualitas dan jelas, bukan hanya tata bahasa. Namun demikian, kemampuan dalam tata bahasa Inggris diperlukan untuk menghasilkan esai yang berkualitas. Sebaiknya jangan korbankan kekuranganmu di bidang satu ini. Mulailah dengan mengikuti kelas khusus bahasa Inggris yang meningkatkan kemampuan tata bahasa, misalnya kelas program GRE preparation, atau buku tentang grammar.
Tips di atas bisa kamu terapkan sembari mengisi waktu luang menjelang tes GRE sesungguhnya. Di kelas GRE preparation Kaplan Jakarta atau Surabaya, kamu akan belajar mempelajari GRE, mulai dari struktur tes, tipe pertanyaan, dan topik yang muncul saat tes. Pengenalan ini tak heran juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris agar lulus tes GRE dengan baik. Nah, apa lagi yang kamu tunggu? Sukseskan tes GRE-mu di masa mendatang dari sekarang.

Isi Form berikut ini & dapatkan
Konsultasi Gratis