Mengatasi Kesulitan dalam Sesi Issue Task Writing Tes GRE

Tes GRE terdiri atas sesi Analytical Writing. Bagian tersulit pada sesi ini adalah menuliskan respons yang meyakinkan atau layak ditulis. Sekadar mengingatkan, Analytical Writing-lah yang mengukur kemampuan analitis peserta. Mulai dari cara memaparkan ide, membangun argumen, sampai dengan kelogisan bahasan.

Topik variatif yang diangkat oleh sesi ini mengesankan kamu harus pula menguasai semua bidang. Namun, ETS penyelenggara tes tidak menilai seberapa ahli kamu pada bidang tertentu. Kenapa? Peserta GRE berasal dari bermacam latar belakang studi berbeda-beda. Karena itu, akan kurang sesuai jika peserta harus menguasai semua bidang yang mungkin muncul pada tes Writing GRE.

The Layman Approach

Untuk menjelaskan jenis pendekatan ini, lihat contoh pernyataan dari Kaplan Test Prep berikut.

Pernyataan: “The arts reveal the otherwise hidden ideas and impulses of a society.”

Jika kamu bukan pecinta salah satu bidang tertentu, kamu mungkin khawatir ketika harus menulis tentang topik yang di luar pengetahuan. Kalau begitu, tetaplah berusaha mengerjakannya dengan cara menulis jenis seni yang kamu ketahui.  Setiap poin yang kamu tulis diberi label “agree” atau “disagree” untuk menunjukkan kamu setuju atau tidak setuju dengan pernyataan speaker. Untuk pernyataan tersebut, contohnya seperti ini:

 

  • Agree: Ancient and Renaissance architectures were often constructed to honor gods and provide an appropriate place of worship, thereby reflecting the pervasive religious fervor in their respective societies.

       i.   The Parthenon, the pyramids, the great European cathedrals

  • Agree: Skyscrapers built in urban metropolises in the 20th century reflect the zeitgeist of technological progress.
  • Agree: Medieval and Renaissance painting was heavily religious, so as to reflect the core societal values of the age.
  • Disagree: In twentieth century painting, however, we see a retreat from societal representation to more idiosyncratic aesthetics. Art becomes less mimetic and more cerebral, or, in some instances, visceral.

       i.   Pollock’s technique–violently splattering paint on the canvas–can be viewed as a purely visceral impulse; the mess of paint evokes the image of the action of painting, thereby referring to itself as art rather than commenting on or exhibiting any societal impulse.

 

The Expert Approach

Dari nama istilahnya saja, sudah diketahui kalau pendekatan ini bisa kamu gunakan jika mengenal baik topik yang ditulis.

Masih merujuk pada contoh kalimat tesis di atas, jika kamu mengenal art dengan baik atau sastra, kerahkan pengetahuanmu ini. Sertakan pernyataan logis dan bukti yang cukup untuk mendukung “agree” dan “disagree”-mu.

 

Berlatih menulis esai dalam GRE preparation bisa kamu lakukan dengan cara menulis tentang apa yang kamu ketahui. Mulailah dari sini kemudian rencanakan jadwal rutin untuk menulis esai bertopik.

Tetap, kamu tidak perlu menjadi expert semua bidang. Cukup berikan respons argumentasi dengan bukti-bukti sepengetahuanmu, sudah membantu mendapatkan skor writing yang bagus.

Kalau ingin mengasah kemampuan menulis lebih baik daripada sekarang, pertimbangkan mengikuti kursus bahasa Inggris GRE preparation. Dengan mengikuti kelas khusus, kemampuanmu tentu akan lebih jago dari berbagai segi, kan. Tak hanya menulis, tapi juga berbahasa Inggris.

Isi Form berikut ini & dapatkan
Konsultasi Gratis