MENGENAL CLAUSE ATAU UNSUR UTAMA PEMBENTUK KALIMAT

Clause atau klausa adalah unsur utama pembentuk kalimat (sentence). Clause merupakan rangkaian kata yang tersusun dari setidaknya satu Subjek dan satu Predikat (atau satu verb). Sepanjang apapun sebuah rangkaian kata-kata apabila tidak mengandung sebuah clause, maka susunan tersebut masih belum layak disebut kalimat. Suatu misal, rangkaian kata I go sudah layak disebut kalimat karena telah memiliki I sebagai Subjek dan go sebagai Predikat. Bedakan dengan rangkaian kata berikut ini: a twenty year old college student. Susunan rangkaian kata pada contoh yang terakhir tampak lebih panjang ketimbang contoh yang pertama. Kendati begitu, ia tidak dapat disebut sebagai clause atau bahkan sentence karena tidak memiliki Predikat.

Sebuah kalimat—atau rangkaian kata-kata yang diakhiri oleh tanda titik—sangat mungkin memiliki lebih dari satu clause. Akan tetapi, betapapun panjang suatu kalimat yang dikarenakan mengandung lebih dari satu clause, ia umumnya hanya memiliki satu kalimat utama atau induk kalimat. Kalimat tersebut disebut dengan main clause atau main sentence karena ia menjadi inti dari pernyataan yang disampaikan dalam kalimat.

Mari kita ulas sebuah contoh kalimat. Misalkan pada pernyataan: The man who lives in that room knows what his neighbor cooks every night. Artinya: Pria yang tinggal di kamar itu mengetahui apa yang tetangganya masak setiap malam. Kalimat tersebut terdiri dari setidaknya 3 buah clause, yaitu: 1) The man who lives in that room; 2) The man knows; dan 3) what his neighbor cooks every night. Apabila kita memperhatikan secara saksama, sesungguhnya inti pernyataan di atas adalah The man knows atau Pria (itu) mengetahui. Atas dasar itu, clause ke-2 merupakan main clause dari kalimat di atas. Sedangkan 2 clause yang lain ialah sekadar anak kalimat (subordinate clause). Alasannya, secara gramatikal keberadaan subordinate clause bergantung pada keberadaan main clause. Bayangkan jika clause ke-1 diakhiri dengan tanda titik, maka terjemahannya akan menjadi: Pria yang tinggal di kamar itu. Ada kejanggalan dalam pemaknaannya, karena dapat dirasakan bahwa pernyataan tersebut belum selesai. Begitu pula dengan clause ke-3 apabila diucapkan secara terpisah dari kedua clause yang lain, hasil penerjemahannya akan menjadi: apa yang tetangganya masak setiap malam. Ia menjadi terdengar ganjil sehingga memunculkan pertanyaan tentang mengapa pernyataan itu disampaikan begitu saja.

Oleh sebab kebergantungannya kepada main clause, subordinate clause juga disebut dengan dependent clause. Ia dianggap klausa yang dependent karena keberadaannya bergantung atau ditentukan oleh kehadiran main clause. Hal itu menegaskan pula bahwa main clause adalah independent clause. Ia menjadi independent karena ia tetap bisa eksis sebagai sebuah kalimat seandainya tidak ada clause ke-1 dan ke-3. Untuk membuktikan kemandirian clause ke-2 dapat diuji dengan 2 cara. Cara pertama dengan menghilangkan kedua clause yang lain tersebut (ke-1 dan ke-2), sehingga dapat dirasakan bahwa kalimat tersebut tidak terasa janggal apabila dibaca. Sedangkan cara kedua dengan menghilangkan clause ke-1 dan merubah clause ke-3 dengan pronoun (kata ganti) it.

 

RANGKUMAN

 

S(ubject) + P(redicate) + O(bject)

The man who lives in that room knows what his neighbor cooks every night

S                               P                             O

 

Clause I          The man who lives in that room                     è S + tak ada P

  • Bukan clause karena tak ada P;
  • who lives bukan P karena ada who, dan who bukan Verb;
  • Karena who bukan Verb, maka who bukan P;
  • Fungsi who lives hanya sebagai penjelas S.

 

Clause II         The man knows                                               è S + P

  • The man adalah S;
  • The man adalah S karena The man dibentuk dari noun (noun phrase);
  • knows adalah P karena knows adalah Verb;
  • knows adalah P karena knows adalah Verb yang menempel langsung pada S.

 

Clause III       What his neighbor cooks every night              è what + S + P

  • his neighbor adalah S;
  • his neighbor adalah S karena his neighbor dibentuk dari noun (noun phrase);
  • cooks adalah P karena cooks adalah Verb;
  • cooks adalah P karena cooks adalah Verb yang menempel langsung pada S.
  • AKAN TETAPI, his neighbor cooks tak bisa menjadi main clause karena his neighbor cooks diawali dengan what;
  • Apabila clause diawali dengan what, who, where, when, how, that, dll. maka clause itu tak bisa menjadi main clause.
Isi Form berikut ini & dapatkan
Konsultasi Gratis